<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>blog.mutu.org &#124; Jadikan Hidupmu Lebih Bermutu..!</title>
	<atom:link href="http://blog.mutu.org/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://blog.mutu.org</link>
	<description>Jadikan Hidupmu Lebih Bermutu..!</description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Dec 2011 08:03:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Dzikir Pagi &amp; Petang (Menurut Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang Shahih) &#8211; 2</title>
		<link>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-2.html</link>
		<comments>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 06:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aviv</dc:creator>
				<category><![CDATA[tauziah]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mutu.org/?p=174</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh Sa&#8217;id bin &#8216;Ali bin Wahf al-Qahthani &#160; Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, وَلأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً “Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala mulai dari shalat ‘Ashar hingga matahari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Penulis: Syaikh Sa&#8217;id bin &#8216;Ali bin Wahf al-Qahthani</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari Anas bin Malik<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL">وَلأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ مِنْ صَلاَةِ الْعَصْرِ إِلَى أَنْ تَغْرُبَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً</p>
<p>“<em>Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala mulai dari shalat ‘Ashar hingga matahari tenggelam lebih kusukai dari empat budak keturunan Isma’il yang dimerdekakan.</em>”<a id="_ftnref1" href="#_ftnref1">[1]</a><br />
<span id="more-174"></span></p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dzikir Dibaca di Waktu Petang</strong><br />
(Antara ‘Ashar hingga terbenam matahari)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL">أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”</p>
<p dir="RTL">اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ</p>
<p>“<em>Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.</em>” (QS. Al Baqarah: 255) <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref2" href="#_ftnref2"><strong>[2]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p dir="RTL">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” </em>(QS. Al Ikhlas: 1-4) <strong>(Dibaca 3x)</strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p>قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.</em>(QS. Al Falaq: 1-5) <strong>(Dibaca 3x)</strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p dir="RTL">قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”</em> (QS. An Naas: 1-6) <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref3" href="#_ftnref3"><strong>[3]</strong></a></strong></p>
<p>أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ، وَالْحَمْدُ للهِ، لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ، رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِي هَذِهِ اللَّيْلَةِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوذُبِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.</p>
<p>“Kami telah memasuki waktu sore dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di malam ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan malam ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref4" href="#_ftnref4"><strong>[4]</strong></a></strong></p>
<p>اللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ أَصْبَحْنَا،وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوتُ، وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ.</p>
<p>“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi. Dengan rahmat dan pertolonganMu kami hidup dan dengan kehendakMu kami mati. Dan kepada-Mu tempat kembali (bagi semua makhluk).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref5" href="#_ftnref5"><strong>[5]</strong></a></strong><strong></strong></p>
<p><strong>Membaca Sayyidul Istighfar</strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.</p>
<p>“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref6" href="#_ftnref6"><strong>[6]</strong></a></strong><strong></strong></p>
<p>اللَّهُمَّ إِنِّي أَمْسَيْتُ أَُشْهِدُكَ، وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلَائِكَتَكَ، وَجَمِيعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُكَ.</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu sore ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul &#8216;Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” <strong>(Dibaca 4x)<a id="_ftnref7" href="#_ftnref7"><strong>[7]</strong></a></strong></p>
<p>اللَّهُمَّ مَا أَمْسَى بِي مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ، فَمِنْكَ وَحْدَكَ لَا شَرِيكَ لَكَ، لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ اشُّكْرُ.</p>
<p>“Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di sore ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref8" href="#_ftnref8"><strong>[8]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p>“Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref9" href="#_ftnref9"><strong>[9]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ</p>
<p>“Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung.” <strong>(Dibaca 7x)<a id="_ftnref10" href="#_ftnref10"><strong>[10]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref11" href="#_ftnref11">[11]</a></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.</p>
<p>“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref12" href="#_ftnref12">[12]</a></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ</p>
<p>“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref13" href="#_ftnref13"><strong>[13]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا</p>
<p>“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref14" href="#_ftnref14"><strong>[14]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.</p>
<p>“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dariMu).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref15" href="#_ftnref15"><strong>[15]</strong></a></strong></p>
<p>أَمْسَيْنَا وَأَمْسَى الْمُلْكُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ اللَّيْلَةِ فَتْحَهَا، وَنَصْرَهَا، وَنُورَهَا، وَبَرَكَتَهَا، وَهُدَاهَا، وَأَعُوذُبِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيهَا، وَشَرِّ مَا بَعْدَهَا.</p>
<p>”Kami memasuki waktu sore, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di malam ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref16" href="#_ftnref16">[16]</a></p>
<p dir="RTL">أَمْسَيْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.</p>
<p>“Di waktu سخقث kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref17" href="#_ftnref17"><strong>[17]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ</p>
<p>“Maha suci Allah, aku memujiNya.” <strong>(Dibaca 100x)<a id="_ftnref18" href="#_ftnref18"><strong>[18]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.</p>
<p>“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu<strong>.” (Dibaca 10x<a id="_ftnref19" href="#_ftnref19"><strong>[19]</strong></a> atau 1x<a id="_ftnref20" href="#_ftnref20"><strong>[20]</strong></a> jika dalam keadaan malas)</strong></p>
<p dir="RTL">أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ</p>
<p>“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya.” <strong>(Dibaca 3x pada sore hari)<a id="_ftnref21" href="#_ftnref21"><strong>[21]</strong></a></strong><strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ</p>
<p>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” <strong>(Dibaca 10x)</strong><a id="_ftnref22" href="#_ftnref22">[22]</a></p>
<p><strong><br clear="all" /></strong></p>
<p><strong>KONTINU DALAM BERAMAL</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari ’Aisyah <em>radhiyallahu ’anha</em>, beliau mengatakan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ’alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ</p>
<p>”<em>Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.</em>” ’Aisyah pun ketika melakukan suatu amalan selalu berkeinginan keras untuk merutinkannya. <a id="_ftnref23" href="#_ftnref23">[23]</a></p>
<p>Syaikh Bakr Abu Zaid <em>rahimahullah</em> mengatakan, “Allah <em>Ta’ala</em> telah menjelaskan di dalam Al Quran Al Karim dalam beberapa ayat bahwa kedua ujung siang adalah waktu dzikir pagi dan petang, di antaranya firman Allah,</p>
<p dir="RTL">وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ الْغُرُوبِ</p>
<p>”<em>Dan bertasbihlah sambil memuji Rabbmu sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam(nya)</em>.” (QS. Qaaf: 39). Dari sini menunjukkan bahwa waktu dzikir pagi adalah ketika <em>ibkar</em> dan <em>ghuduw</em> yaitu setelah shalat subuh dan sebelum terbit matahari, dan waktu dzikir petang adalah ketika ‘<em>asyiyy</em> dan <em>al-aashal</em> yaitu setelah shalat ashar sebelum tenggelam matahari. Namun waktunya sebenarnya luas, terutama bagi orang yang memiliki kesibukan (sehingga luput dari dzikir), <em>walhamdulilllah</em>”.<a id="_ftnref24" href="#_ftnref24">[24]</a></p>
<hr />
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698).</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655). Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid.</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182))</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> HR. Muslim (4/2088, no. 2723)</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142).</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> Dari Syaddad bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.</em>” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306))</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.</em>” (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23)</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Ghonnam <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24)</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26.</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ <em>radhiyallahu ‘anhu </em>disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332.</p>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142.</p>
<p><a href="#_ftnref13">[13]</a> Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)</p>
<p><a href="#_ftnref14">[14]</a> Dalam hadits Tsauban bin Bujdud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)</p>
<p><a href="#_ftnref15">[15]</a> HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)</p>
<p><a href="#_ftnref16">[16]</a> HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad (2/273).</p>
<p><a href="#_ftnref17">[17]</a> HR. Ahmad (3/406,407), Ibnus Sunni dalam <em>‘Amal Yaum wal Lailah </em>no. 34. Lihat Shahih Al Jaami’ (4/209, no. 4674)</p>
<p><a href="#_ftnref18">[18]</a> Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “<em>Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.</em>” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692))</p>
<p><a href="#_ftnref19">[19]</a> HR. An Nasai dalam <em>‘Amal Yaum wal Lailah</em> no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz (hal. 55).</p>
<p><a href="#_ftnref20">[20]</a> HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10x”.</p>
<p><a href="#_ftnref21">[21]</a> Dalam hadits Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di sore hari sebanyak tiga kali, maka ia tidak akan mendapat bahaya racun di malam tersebut. (HR. Ahmad 2/290, An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 590 dan Ibnus Sunni no. 68. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/187, Shahih Ibnu Majah 2/266, dan Tuhfatul Akhyar hal. 45)</p>
<p><a href="#_ftnref22">[22]</a> Dari Abu Darda’, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti</em>.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))</p>
<p><a href="#_ftnref23">[23]</a> HR. Muslim no. 783, Kitab shalat para musafir dan qasharnya, Bab Keutamaan amalan shalat malam yang kontinu dan amalan lainnya.</p>
<p><a href="#_ftnref24">[24]</a> <em>Tash-hih Ad Du’a’</em>, hal. 337</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dzikir Pagi &amp; Petang (Menurut Al-Qur&#8217;an dan As-Sunnah yang Shahih) &#8211; 1</title>
		<link>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-1.html</link>
		<comments>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Sep 2011 06:46:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aviv</dc:creator>
				<category><![CDATA[tauziah]]></category>
		<category><![CDATA[dzikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mutu.org/?p=169</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Syaikh Sa&#8217;id bin &#8216;Ali bin Wahf al-Qahthani &#160; Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, لأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ “Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala mulai dari shalat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Penulis: Syaikh Sa&#8217;id bin &#8216;Ali bin Wahf al-Qahthani</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari Anas bin Malik<em> radhiyallahu ‘anhu</em>, Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL">لأَنْ أَقْعُدَ مَعَ قَوْمٍ يَذْكُرُونَ اللَّهَ تَعَالَى مِنْ صَلاَةِ الْغَدَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِنْ أَنْ أُعْتِقَ أَرْبَعَةً مِنْ وَلَدِ إِسْمَاعِيلَ</p>
<p>“<em>Aku duduk dengan kaum yang berdzikir kepada Allah Ta’ala mulai dari shalat Shubuh hingga matahari terbit lebih kusukai dari empat budak keturunan Isma’il<a id="_ftnref1" href="#_ftnref1"><strong>[1]</strong></a> yang dimerdekakan.</em>”<a id="_ftnref2" href="#_ftnref2">[2]</a><br />
<span id="more-169"></span></p>
<hr />
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Dzikir Dibaca di Waktu Pagi</strong><br />
(Antara Shubuh hingga matahari terbit)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p dir="RTL">أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ</p>
<p>“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk.”</p>
<p dir="RTL">اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ، لاَ تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلاَ نَوْمٌ، لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ، مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ، يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ، وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ، وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا، وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ</p>
<p>“<em>Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafa’at di sisi-Nya tanpa seizin-Nya. Dia mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha besar.</em>” (QS. Al Baqarah: 255) <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref3" href="#_ftnref3"><strong>[3]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p dir="RTL">قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Ilah yang bergantung kepada- Nya segala urusan. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.” </em>(QS. Al Ikhlas: 1-4) <strong>(Dibaca 3x)</strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p>قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِن شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِن شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِن شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِن شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb yang menguasai Subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan-kejahatan wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan orang yang dengki apabila ia dengki”.</em>(QS. Al Falaq: 1-5) <strong>(Dibaca 3x)</strong></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ</p>
<p dir="RTL">قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَهِ النَّاسِ مِن شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ</p>
<p><em>“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Rabb manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia.”</em> (QS. An Naas: 1-6) <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref4" href="#_ftnref4"><strong>[4]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ.</p>
<p>“Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada ilah (yang berhak disembah) kecuali Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dia-lah Yang Mahakuasa atas segala sesuatu.Ya Rabbku, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Ya Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Rabbku, aku berlindung kepada-Mu dari siksaan di Neraka dan siksaan di kubur.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref5" href="#_ftnref5"><strong>[5]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا، وَبِكَ أَمْسَيْنَا، وَبِكَ نَحْيَا، وَبِكَ نَمُوْتُ وَإِلَيْكَ النُّشُوْرُ.</p>
<p>“Ya Allah, dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu pagi, dan dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami memasuki waktu sore. Dengan rahmat dan pertolongan-Mu kami hidup dan dengan kehendak-Mu kami mati. Dan kepada-Mu kebangkitan (bagi semua makhluk).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref6" href="#_ftnref6"><strong>[6]</strong></a></strong><strong></strong></p>
<p><strong>Membaca Sayyidul Istighfar</strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ.</p>
<p>“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakanku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku pada-Mu (yaitu menjalankan ketaatan dan menjauhi larangan, pen) semampuku dan aku yakin akan janji-Mu (berupa pahala). Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku. Oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref7" href="#_ftnref7"><strong>[7]</strong></a></strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَصْبَحْتُ أُشْهِدُ وَأُشْهِدُ حَمَلَةَ عَرْشِكَ، وَمَلاَئِكَتَكَ وَجَمِيْعَ خَلْقِكَ، أَنَّكَ أَنْتَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُكَ وَرَسُوْلُكَ</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku di waktu pagi ini mempersaksikan Engkau, malaikat yang memikul &#8216;Arys-Mu, malaikat-malaikat dan seluruh makhluk-Mu, bahwa sesungguhnya Engkau adalah Allah, tiada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau semata, tiada sekutu bagi-Mu dan sesungguhnya Muhammad adalah hamba dan utusan-Mu.” <strong>(Dibaca 4x)<a id="_ftnref8" href="#_ftnref8"><strong>[8]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ مَا أَصْبَحَ بِيْ مِنْ نِعْمَةٍ أَوْ بِأَحَدٍ مِنْ خَلْقِكَ فَمِنْكَ وَحْدَكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ، فَلَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ.</p>
<p>“Ya Allah, nikmat yang kuterima atau diterima oleh seseorang di antara makhluk-Mu di pagi ini adalah dari-Mu. Maha Esa Engkau, tiada sekutu bagi-Mu. Bagi-Mu segala puji dan kepada-Mu panjatan syukur (dari seluruh makhluk-Mu).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref9" href="#_ftnref9"><strong>[9]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ</p>
<p>“Ya Allah, selamatkan tubuhku (dari penyakit dan yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan pendengaranku (dari penyakit dan maksiat atau sesuatu yang tidak aku inginkan). Ya Allah, selamatkan penglihatanku, tiada Tuhan (yang berhak disembah) kecuali Engkau. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran dan kefakiran. Aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Engkau.” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref10" href="#_ftnref10"><strong>[10]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ</p>
<p>“Allah-lah yang mencukupi (segala kebutuhanku), tiada ilah (yang berhak disembah) kecuali Dia, kepadaNya aku bertawakal. Dia-lah Rabb yang menguasai ‘Arsy yang agung.” <strong>(Dibaca 7x)<a id="_ftnref11"><strong>[11]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ.</p>
<p>“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau bumi pecah yang membuat aku jatuh dan lain-lain).” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref12" href="#_ftnref12">[12]</a></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا أَوْ أَجُرُّهُ إِلَى مُسْلِمٍ.</p>
<p>“Ya Allah, Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Rabb pencipta langit dan bumi, Rabb segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepada-Mu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau menyeretnya kepada seorang muslim.” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref13" href="#_ftnref13">[13]</a></p>
<p dir="RTL">بِسْمِ اللهِ لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي اْلأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ</p>
<p>“Dengan nama Allah yang bila disebut, segala sesuatu di bumi dan langit tidak akan berbahaya, Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref14" href="#_ftnref14"><strong>[14]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا</p>
<p>“Aku ridho Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>sebagai nabi (yang diutus oleh Allah).” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref15" href="#_ftnref15"><strong>[15]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، أَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ.</p>
<p>“Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri (tidak butuh segala sesuatu), dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata (tanpa mendapat pertolongan dari-Mu).” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref16" href="#_ftnref16"><strong>[16]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذَا الْيَوْمِ: فَتْحَهُ، وَنَصْرَهُ وَنُوْرَهُ، وَبَرَكَتَهُ، وَهُدَاهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْهِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ.</p>
<p>”Kami memasuki waktu pagi, sedang kerajaan hanya milik Allah, Rabb seluruh alam. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu agar memperoleh kebaikan, pembuka (rahmat), pertolongan (atas musuh), cahaya (di atas ilmu dan amal), berkah (rizki yang halal) dan petunjuk (untuk mengikuti kebenaran dan menyelisihi hawa nafsu) di hari ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan apa yang ada di dalamnya dan kejahatan sesudahnya.” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref17" href="#_ftnref17">[17]</a></p>
<p dir="RTL">أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ.</p>
<p>“Di waktu pagi kami memegang agama Islam, kalimat ikhlas, agama Nabi kita Muhammad <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan agama ayah kami Ibrahim, yang berdiri di atas jalan yang lurus, muslim dan tidak tergolong orang-orang musyrik.” <strong>(Dibaca 1x)<a id="_ftnref18" href="#_ftnref18"><strong>[18]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ</p>
<p>“Maha suci Allah, aku memujiNya.” <strong>(Dibaca 100x)<a id="_ftnref19" href="#_ftnref19"><strong>[19]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ.</p>
<p>“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu<strong>.” (Dibaca 10x<a id="_ftnref20" href="#_ftnref20"><strong>[20]</strong></a> atau 1x<a id="_ftnref21" href="#_ftnref21"><strong>[21]</strong></a> jika dalam keadaan malas)</strong><strong></strong></p>
<p dir="RTL">لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرُ</p>
<p>“Tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya. Milik Allah kerajaan dan segala pujian. Dia-lah yang berkuasa atas segala sesuatu.” <strong>(Dibaca 100x)<a id="_ftnref22" href="#_ftnref22"><strong>[22]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ: عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ وَمِدَادَ كَلِمَاتِهِ</p>
<p>“Maha Suci Allah, aku memujiNya sebanyak makhlukNya, sejauh kerelaanNya, seberat timbangan ‘Arsy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimatNya.” <strong>(Dibaca 3x)<a id="_ftnref23" href="#_ftnref23"><strong>[23]</strong></a></strong></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً</p>
<p>“Ya Allah, sungguh aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat (bagi diriku dan orang lain, pen), rizki yang halal dan amal yang diterima (di sisi-Mu dan mendapatkan ganjaran yang baik).” <strong>(Dibaca 1x)</strong><a id="_ftnref24" href="#_ftnref24">[24]</a></p>
<p dir="RTL">أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ</p>
<p>“Aku memohon ampun kepada Allah dan bertobat kepada-Nya.” <strong>(Dibaca 100x dalam sehari)</strong><a id="_ftnref25" href="#_ftnref25">[25]</a></p>
<p dir="RTL">اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ</p>
<p>“Ya Allah, limpahkanlah shalawat dan salam kepada Nabi kami Muhammad.” <strong>(Dibaca 10x)</strong><a id="_ftnref26" href="#_ftnref26">[26]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<hr />
<p><a href="#_ftnref1">[1]</a> Di sini disebutkan budak keturunan Isma’il karena budak tersebut adalah budak yang paling berharga.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> HR. Abu Daud no. 3667. Syaikh Al Albani menghasankan hadits tersebut. Lihat Shahih Abu Daud (2/698).</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> HR. Al Hakim (1/562). Syaikh Al Albani menshahihkan hadits tersebut dalam Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 655). Dikuatkan lagi dengan riwayat An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 960, Ath Thobroni dalam Al Kabir no. 541. Beliau katakan bahwa sanad Ath Thobroni jayyid.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a> Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Khubaib disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan surat tersebut masing-masing sebanyak tiga kali ketika pagi dan sore hari, maka itu akan mencukupinya dari segala sesuatu. (HR. Abu Daud (4/322, no. 5082), Tirmidzi (5/567, no. 3575). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/182))</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> HR. Muslim (4/2088, no. 2723)</p>
<p><a href="#_ftnref6">[6]</a> HR. Tirmidzi (5/466, no. 3391). Lihat Shahih At Tirmidzi (3/142).</p>
<p><a href="#_ftnref7">[7]</a> Dari Syaddad bin Aus <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barangsiapa mengucapkan dzikir ini di siang hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati pada hari tersebut sebelum sore hari, maka ia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan penuh keyakinan, lalu ia mati sebelum shubuh, maka ia termasuk penghuni surga.</em>” (HR. Bukhari (7/150, no. 6306))</p>
<p><a href="#_ftnref8">[8]</a> Dari Anas bin Malik <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda, “<em>Barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini ketika shubuh dan sore hari sebanyak empat kali, maka Allah akan membebaskan dirinya dari siksa neraka.</em>” (HR. Abu Daud (4/317, no. 5069), Bukhari dalam Adabul Mufrod no. 1201. An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 9 dan Ibnus Sunni no. 70. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad An Nasai dan Abu Daud hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 23)</p>
<p><a href="#_ftnref9">[9]</a> Dalam hadits dari ‘Abdullah bin Ghonnam <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir ini di shubuh hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di hari itu. Dan barangsiapa yang mengucapkan semisal itu pula di sore hari, maka ia berarti telah menunaikan syukur di malam itu. (HR. Abu Daud (4/318, no. 5073), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 7 dan Ibnus Sunni no. 41, Ibnu Hibban (Mawarid) no. 2361. Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits ini hasan sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 24)</p>
<p><a href="#_ftnref10">[10]</a> HR. Abu Daud (4/324, no. 5090), Ahmad (5/42), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 22, Ibnus Sunni no. 69, Al Bukhari dalam Adabul Mufrod. Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini sebagaimana dalam Tuhfatul Akhyar hal. 26.</p>
<p><a href="#_ftnref11">[11]</a> Dalam hadits dari Abu Ad Darda’ <em>radhiyallahu ‘anhu </em>disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut di shubuh dan sore hari sebanyak tujuh kali, maka Allah akan memberi kecukupan bagi kepentingan dunia dan akhiratnya. (HR. Ibnus Sunni no. 71 secara marfu’ (sampai pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam), Abu Daud secara mauquf (sampai pada sahabat) (4/321, no. 5081). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini shahih dalam Zaadul Ma’ad (2/376))</p>
<p><a href="#_ftnref12">[12]</a> HR. Abu Daud no. 5074, Ibnu Majah no. 3871. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332.</p>
<p><a href="#_ftnref13">[13]</a> HR. At Tirmidzi no. 3392, Abu Daud no. 5067. Lihat Shahih At Tirmidzi 3/142.</p>
<p><a href="#_ftnref14">[14]</a> Dalam hadits ‘Utsman bin ‘Affan <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka tidak akan ada yang memudhorotkannya. (HR. Abu Daud (4/323, no. 5088, 5089), At Tirmidzi (5/465, no. 3388), Ibnu Majah no. 3869, Ahmad (1/72). Lihat Shahih Ibnu Majah (2/332). Syaikh Ibnu Baz menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)</p>
<p><a href="#_ftnref15">[15]</a> Dalam hadits Tsauban bin Bujdud <em>radhiyallahu ‘anhu</em> disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan hadits ini sebanyak tiga kali di shubuh hari dan tiga kali di sore hari, maka pantas baginya mendapatkan ridho Allah di hari kiamat. (HR. Ahmad (4/337), An Nasai dalam ‘Amal Al Yaum wal Lailah no. 4, Ibnus Sunni no. 68, Abu Daud (4/318, no. 5072), At Tirmidzi (5/465, no. 3389). Syaikh Ibnu Baz menghasankan hadits ini dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39)</p>
<p><a href="#_ftnref16">[16]</a> HR. Al Hakim dan beliau menshahihkannya, Adz Dzahabi pun menyetujui hal itu (1/545). Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 654)</p>
<p><a href="#_ftnref17">[17]</a> HR. Abu Daud (4/322, no. 5084). Syaikh Syu’aib dan ‘Abdul Qodir Al Arnauth menyatakan bahwa sanad hadits tersebut hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad (2/273).</p>
<p><a href="#_ftnref18">[18]</a> HR. Ahmad (3/406,407), Ibnus Sunni dalam <em>‘Amal Yaum wal Lailah </em>no. 34. Lihat Shahih Al Jaami’ (4/209, no. 4674)</p>
<p><a href="#_ftnref19">[19]</a> Dari Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “<em>Barangsiapa yang mengucapkan kalimat ‘subhanallah wa bi hamdih’ di pagi dan sore hari sebanyak 100x, maka tidak ada yang datang pada hari kiamat yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali orang yang mengucapkan semisal atau lebih dari itu.</em>” (HR. Muslim (4/2071, no. 2692))</p>
<p><a href="#_ftnref20">[20]</a> HR. An Nasai dalam <em>‘Amal Yaum wal Lailah</em> no. 24 dari hadits Abu Ayyub Al Anshori radhiyallahu ‘anhu. Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang menyebutkan dzikir tersebut sebanyak 10x, Allah akan mencatatkan baginya 10 kebaikan, menghapuskan baginya 10 kesalahan, ia juga mendapatkan pahala semisal memerdekakan 10 budak, Allah akan melindunginya dari gangguan setan, dan jika ia mengucapkannya di sore hari, ia akan mendapatkan keutamaan semisal itu pula. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/272, no. 650), Tuhfatul Akhyar – Syaikh Ibnu Baz (hal. 55).</p>
<p><a href="#_ftnref21">[21]</a> HR. Abu Daud (4/319, no. 5077), Ibnu Majah no. 3867, Ahmad 4/60. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/270), Shahih Abu Daud (3/957), Shahih Ibnu Majah (2/331), Zaadul Ma’ad (2/377) dan dalamnya ada lafazh “10x”.</p>
<p><a href="#_ftnref22">[22]</a> Dalam hadits disebutkan bahwa barangsiapa yang mengucapkan dzikir tersebut dalam sehari sebanyak 100x, maka itu seperti membebaskan 10 orang budak, dicatat baginya 100 kebaikan, dihapus baginya 100 kesalahan, dirinya akan terjaga dari gangguan setan dari pagi hingga sore hari, dan tidak ada seorang pun yang lebih baik dari yang ia lakukan kecuali oleh orang yang mengamalkan lebih dari itu. (HR. Bukhari disertai Fathul Bari (4/95, no. 3293) dan Muslim (4/2071, no. 2691))</p>
<p><a href="#_ftnref23">[23]</a> HR. Muslim (4/2090, no. 2726)</p>
<p><a href="#_ftnref24">[24]</a> HR. Ibnu Sunni dalam ‘Amalul Yaum wal Lailah no. 54, Ibnu Majah no. 925. Syaikh ‘Abdul Qodir dan Syu’aib Al Arnauth menyatakan sanad hadits ini hasan dalam tahqiq Zaadul Ma’ad 2/375.</p>
<p><a href="#_ftnref25">[25]</a> HR. Bukhari bersama Fathul Bari (11/101, no. 6307) dan Muslm (4/2075, no. 2702)</p>
<p><a href="#_ftnref26">[26]</a> Dari Abu Darda’, Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam </em>bersabda, “<em>Barangsiapa bershalawat untukku sepuluh kali di pagi dan sore hari, maka ia akan mendapatkan syafa’atku di hari kiamat nanti</em>.” (HR. Thobroni melalui dua isnad, keduanya jayyid. Lihat Majma’ Az Zawaid (10/120) dan Shahih At Targhib wa At Tarhib (1/273, no. 656))</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mutu.org/tauziah/dzikir-pagi-petang-menurut-al-quran-dan-as-sunnah-yang-shahih-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>harapan</title>
		<link>http://blog.mutu.org/mutu/harapan.html</link>
		<comments>http://blog.mutu.org/mutu/harapan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Aug 2011 06:14:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aviv</dc:creator>
				<category><![CDATA[mutu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mutu.org/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[mampukah kau sibakan ilalang yang menghalangi pandangan agar terlihat indahnya matahari yang terbenam di sore ini perjalanan ini sungguh melelahkan tak semudah yang kurencanakan dan akankah kutemukan indahnya senyuman di penghujung malam aku letih.. aku gelisah.. aku takut.. aku lemah.. aku cinta.. aku harap.. namun.. selama ruh masih di kandung badan yakin akan selalu di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>mampukah kau sibakan ilalang<br />
yang menghalangi pandangan<br />
agar terlihat indahnya matahari<br />
yang terbenam di sore ini<br />
<span id="more-165"></span><br />
perjalanan ini sungguh melelahkan<br />
tak semudah yang kurencanakan<br />
dan akankah kutemukan<br />
indahnya senyuman di penghujung malam</p>
<p>aku letih.. aku gelisah..<br />
aku takut.. aku lemah..<br />
aku cinta.. aku harap..</p>
<p>namun..<br />
selama ruh masih di kandung badan<br />
yakin akan selalu di hati<br />
yakin adalah kekuatan<br />
untuk mencapai tujuan hakiki</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mutu.org/mutu/harapan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8216;Iffah Sebuah Kehormatan Diri</title>
		<link>http://blog.mutu.org/tauziah/iffah-sebuah-kehormatan-diri.html</link>
		<comments>http://blog.mutu.org/tauziah/iffah-sebuah-kehormatan-diri.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 02:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aviv</dc:creator>
				<category><![CDATA[tauziah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mutu.org/?p=156</guid>
		<description><![CDATA[Persaingan hidup yang semakin tinggi dan keras banyak memunculkan perilaku umat yang melanggar batasan syariat. Bila perbuatan suka meminta-minta sudah bisa menyebabkan kemuliaan seseorang jatuh, maka yang lebih berat dari sekedar meminta-minta –seperti korupsi, mencuri, merampok, dsb.– lebih menghinakan pelakunya. Namun toh perbuatan tersebut semakin banyak dilakukan. Termasuk maraknya perilaku kaum wanita, hanya demi menginginkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Persaingan hidup yang semakin tinggi dan keras banyak memunculkan perilaku umat yang melanggar batasan syariat. Bila perbuatan suka meminta-minta sudah bisa menyebabkan kemuliaan seseorang jatuh, maka yang lebih berat dari sekedar meminta-minta –seperti korupsi, mencuri, merampok, dsb.– lebih menghinakan pelakunya. Namun toh perbuatan tersebut semakin banyak dilakukan. Termasuk maraknya perilaku kaum wanita, hanya demi menginginkan enaknya hidup, mereka rela melakukan perbuatan yang menghilangkan kemuliaan mereka. Padahal agama ini telah menuntunkan agar mereka senantiasa menjaga kemuliaan diri mereka.<br />
<span id="more-156"></span><br />
‘Iffah, sebuah kata yang pernah atau biasa kita dengar. Si Fulan ‘afif atau si Fulanah ‘afifah merupakan sebutan bagi lelaki dan wanita yang memiliki ‘iffah. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan ‘iffah itu?<br />
Secara bahasa, ‘iffah adalah menahan. Adapun secara istilah; menahan diri sepenuhnya dari perkara-perkara yang Allah haramkan. Dengan demikian, seorang yang ‘afif adalah orang yang bersabar dari perkara-perkara yang diharamkan walaupun jiwanya cenderung kepada perkara  tersebut dan menginginkannya. Allah berfirman:</p>
<p>“Dan orang-orang yang belum mampu untuk menikah hendaklah menjaga kesucian dirinya sampai Allah menjadikan mereka mampu dengan karunia-Nya.” (An-Nur: 33)<br />
Termasuk dalam makna ‘iffah adalah menahan diri dari meminta-minta kepada manusia. Allah berfirman:</p>
<p>“Orang yang tidak tahu menyangka mereka (orang-orang fakir) itu adalah orang-orang yang berkecukupan karena mereka ta’affuf (menahan  diri dari meminta-minta kepada manusia).” (Al-Baqarah: 273)<br />
Abu Sa’id Al-Khudri z mengabarkan bahwa orang-orang dari kalangan Anshar pernah meminta-minta kepada Rasullah r. Tidak ada seorang pun dari mereka yang minta kepada Rasulullah melainkan beliau berikan hingga habislah apa yang ada pada beliau. Rasulullah pun bersabda kepada mereka ketika itu:</p>
<p>“Apa yang ada padaku dari kebaikan (harta) tidak ada yang aku simpan dari kalian. Sesungguhnya siapa yang menahan diri dari meminta-minta maka Allah akan memelihara dan menjaganya, dan siapa yang menyabarkan dirinya dari meminta-minta maka Allah akan menjadikannya sabar. Dan siapa yang merasa cukup dengan Allah dari meminta kepada selain-Nya maka Allah akan memberikan kecukupan padanya. Tidaklah kalian diberi suatu pemberian yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran.” (HR. Al-Bukhari no. 6470 dan Muslim no. 1053 )1<br />
Al-Imam An-Nawawi t mengatakan: “Dalam hadits ini ada anjuran untuk ta’affuf  (menahan diri dari meminta-minta), qana’ah (merasa cukup) dan bersabar atas kesempitan hidup dan selainnya dari kesulitan (perkara yang tidak disukai) di dunia.” (Syarah Shahih Muslim, 7/145)</p>
<p><strong>Menjadi Wanita yang ‘Afifah</strong></p>
<p>Bila seorang muslim dituntut untuk memiliki ‘iffah maka demikian pula seorang muslimah. Hendaknya ia memiliki ‘iffah sehingga ia menjadi seorang wanita yang ‘afifah, karena akhlak yang satu ini merupakan akhlak yang tinggi, mulia dan dicintai oleh Allah. Bahkan akhlak ini merupakan sifat hamba-hamba Allah yang shalih, yang senantiasa menghadirkan keagungan Allah dan takut akan murka dan azab-Nya. Ia juga menjadi sifat bagi orang-orang yang selalu mencari keridhaan dan pahala-Nya.<br />
Berkaitan dengan ‘iffah ini, maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan oleh seorang muslimah untuk menjaga kehormatan diri, di antaranya:<br />
Pertama: Menundukkan pandangan mata (ghadhul bashar) dan menjaga kemaluannya. Allah berfirman:</p>
<p>“Katakanlah kepada wanita-wanita mukminah: Hendaklah mereka menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka…” (An-Nur: 31)<br />
Asy-Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi tberkata: “Allah Jalla wa ‘Ala memerintahkan kaum mukminin dan mukminat untuk menundukkan pandangan mata mereka dan menjaga kemaluan mereka. Termasuk menjaga kemaluan adalah menjaganya dari perbuatan zina, liwath (homoseksual) dan lesbian, dan juga menjaganya dengan tidak menampakkan dan menyingkapnya di hadapan manusia.” (Adhwa-ul Bayan, 6/186)</p>
<p>Kedua: Tidak bepergian jauh (safar) sendirian tanpa didampingi mahramnya yang akan menjaga dan melindunginya dari gangguan. Rasulullah bersabda:</p>
<p>“Tidak boleh seorang wanita safar kecuali didampingi mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 1862 dan Muslim no. 1341)</p>
<p>Ketiga: Tidak berjabat tangan dengan lelaki yang bukan mahramnya. Karena bersentuhan dengan lawan jenis akan membangkitkan gejolak di dalam jiwa yang akan membuat hati itu condong kepada perbuatan keji dan hina.<br />
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz t berkata: “Secara mutlak tidak boleh berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram, sama saja apakah wanita itu masih muda ataupun sudah tua. Dan sama saja apakah lelaki yang berjabat tangan denganya itu masih muda atau kakek tua. Karena berjabat tangan seperti ini akan menimbulkan fitnah bagi kedua pihak. ‘Aisyah berkata tentang teladan kita (Rasulullah):</p>
<p>“Tangan Rasulullah tidak pernah  menyentuh tangan wanita, kecuali tangan wanita yang dimilikinya (istri atau budak beliau).” (HR. Al-Bukhari, no. 7214)<br />
Tidak ada perbedaan antara jabat tangan yang dilakukan dengan memakai alas/ penghalang (dengan memakai kaos tangan atau kain misalnya) ataupun tanpa penghalang. Karena dalil dalam masalah ini sifatnya umum dan semua ini dalam rangka menutup jalan yang mengantarkan kepada fitnah.” (Majmu’ Al-Fatawa, 1/185)</p>
<p>Keempat: Tidak khalwat (berduaan) dengan lelaki yang bukan mahram. Rasulullah telah memperingatkan dalam titahnya yang agung:</p>
<p>“Tidak boleh sama sekali seorang lelaki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali bila bersama wanita itu ada mahramnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5233 dan Muslim no. 1341)</p>
<p>Kelima: Menjauh dari hal-hal yang dapat mengundang fitnah seperti mendengarkan musik, nyanyian, menonton film, gambar yang mengumbar aurat dan semisalnya.<br />
Seorang muslimah yang cerdas adalah yang bisa memahami akibat yang ditimbulkan dari suatu perkara dan memahami cara-cara yang ditempuh orang-orang bodoh untuk menyesatkan dan meyimpangkannya. Sehingga ia akan menjauhkan diri dari membeli majalah-majalah yang rusak dan tak berfaedah, dan ia tidak akan membuang hartanya untuk merobek kehormatan dirinya dan menghilangkan ‘iffah-nya. Karena kehormatannya adalah sesuatu yang sangat mahal dan ‘iffah-nya adalah sesuatu yang sangat berharga.2<br />
Memang usaha yang dilakukan untuk sebuah ‘iffah bukanlah usaha yang ringan. Butuh perlu perjuangan jiwa yang sungguh-sungguh dengan meminta tolong kepada Allah. Allah telah menyatakan:</p>
<p>“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk mencari keridhaan Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.” (Al-’Ankabut: 69)</p>
<p>Wallahu ta‘ala a‘lam bish-shawab.</p>
<blockquote><p>1 Lihat:      &#8211;  Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, Al-Imam Al-Qurthubi, 3/221.<br />
-  Makarimul Akhlaq, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, hal. 149, 152.<br />
-  Fathul Bari, 11/309, 311<br />
-  Al-’Iffah Madhahiruha wa Tsamaruha, hal. 4<br />
2 Lihat:     &#8211; Lin Nisa-i Faqath, Asy-Syaikh Abdullah bin Jarullah Alu Jarillah, hal. 60-75.<br />
- Al-’Iffah, hal. 8-10</p></blockquote>
<p><em>(Ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mutu.org/tauziah/iffah-sebuah-kehormatan-diri.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jadwal Pertandingan Grup E Zona Asia Pra-Piala Dunia 2014</title>
		<link>http://blog.mutu.org/fun/jadwal-pertandingan-grup-e-zona-asia-pra-piala-dunia-2014.html</link>
		<comments>http://blog.mutu.org/fun/jadwal-pertandingan-grup-e-zona-asia-pra-piala-dunia-2014.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Aug 2011 03:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>aviv</dc:creator>
				<category><![CDATA[fun]]></category>
		<category><![CDATA[piala dunia]]></category>
		<category><![CDATA[world cup]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://blog.mutu.org/?p=154</guid>
		<description><![CDATA[2 September 2011 - Iran vs Indonesia - Bahrain vs Qatar 6 September 2011 - Qatar vs Iran - Indonesia vs Bahrain 11 Oktober 2011 - Iran vs Bahrain - Indonesia vs Qatar 11 November 2011 - Qatar vs Indonesia - Bahrain vs Iran 15 November 2011 - Qatar vs Bahrain - Indonesia vs Iran 29 Februari 2012 - [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>2 September 2011<br />
- Iran vs <strong>Indonesia</strong><br />
- Bahrain vs Qatar</p>
<p><strong>6 September 2011</strong><br />
- Qatar vs Iran<br />
- <strong>Indonesia vs Bahrain</strong></p>
<p><strong>11 Oktober 2011</strong><br />
- Iran vs Bahrain<br />
- <strong>Indonesia vs Qatar</strong></p>
<p>11 November 2011<br />
- Qatar vs <strong>Indonesia</strong><br />
- Bahrain vs Iran</p>
<p><strong>15 November 2011</strong><br />
- Qatar vs Bahrain<br />
- <strong>Indonesia vs Iran</strong></p>
<p>29 Februari 2012<br />
- Iran vs Qatar<br />
- Bahrain vs <strong>Indonesia</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://blog.mutu.org/fun/jadwal-pertandingan-grup-e-zona-asia-pra-piala-dunia-2014.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

